Moskow (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Informal Uni Eropa di Siprus untuk mendesak para pemimpin negara Eropa segera menerima keanggotaan Ukraina di blok tersebut dan menyetujui pinjaman senilai 90 miliar euro (Rp1,8 kuadriliun).
Seperti dilaporkan Financial Times, Rabu, dengan mengutip sumber yang mengetahui hal tersebut, pertemuan di Ayia Napa pada Kamis (23/4) dan Jumat (24/4) itu akan penuh tantangan, terutama dengan kehadiran Zelensky yang dipastikan akan datang secara luring dan bukan melalui tautan panggilan video.
Sebelumnya, Senin (20/4), diberitakan bahwa Jerman dan Prancis mengusulkan pemberian manfaat keanggotaan Uni Eropa kepada Ukraina secara simbolis, yang bertentangan dengan dorongan Kiev untuk segera menjadi anggota penuh blok tersebut.
Pada Juni 2022, UE memberikan status "kandidat" kepada Ukraina dan Moldova, dengan menetapkan beberapa syarat untuk mulai dilakukan pembicaraan tentang akses kedua negara itu di UE.
Dua tahun kemudian, Juni 2024, konferensi antar-pemerintah UE-Ukraina dan UE-Moldova untuk pertama kalinya digelar di Luksemburg, Jerman, yang menandai dimulainya negosiasi aksesi UE secara resmi.
Meskipun mendapat status "kandidat" dan pembicaraan aksesi mulai dilakukan, hal itu tidak menjamin negara-negara itu menjadi anggota UE.
Sebagai informasi, Turki telah menjadi kandidat anggota UE sejak 1999, Makedonia Utara sejak 2005, Montenegro sejak 2010, dan Serbia sejak 2012.
Sementara itu, Kroasia, negara terakhir yang bergabung dengan UE, menjadi kandidat sejak tahun 2013 setelah proses yang memakan waktu 10 tahun.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Zelensky akan ke Siprus desak UE setujui pinjaman Rp1,8 kuadriliun
Pewarta: KatrianaEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026