Gorontalo (ANTARA) - Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo meraih apresiasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sebagai daerah dengan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) pengembangan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di Indonesia.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) DinsosP3APPKB Bone Bolango Oktavianita Helingo di Gorontalo, Jumat mengatakan program ini mengandalkan kolaborasi dan sinergi erat antara pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa.
Saat ini, terdapat 49 desa dampingan RBI DRPPA yang tersebar di seluruh kecamatan dan telah menerapkan 12 indikator RBI, meliputi program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak secara mandiri dan berkelanjutan.
Salah satu kunci keberhasilan program ini, adalah penggunaan dana desa untuk kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan kekerasan.
Pemerintah desa secara aktif terlibat dalam sosialisasi pencegahan perkawinan anak, penghapusan pekerja anak, hingga penanganan dini terhadap kasus kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di wilayah masing-masing.
Oktavianita mengatakan capaian percontohan ini karena adanya komitmen pimpinan daerah, satuan kerja lintas sektor, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, organisasi perempuan, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga partisipasi masyarakat itu sendiri.
"Semua bahu membahu memikirkan dan melaksanakan program pemberdayaan perempuan, pemenuhan hak dan perlindungan perempuan dan anak," katanya.
Sejumlah 500 lebih tim relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) tersebar di seluruh desa.
Relawan-relawan ini bekerja secara sukarela untuk melakukan pendampingan kepada korban dan memberikan edukasi kepada masyarakat, guna merubah pola pikir terkait isu-isu perempuan dan anak.
Selain tingkat desa, integrasi program juga menyasar sektor pendidikan dan kesehatan.
Saat ini, 98 persen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta 90 persen Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bone Bolango telah mendeklarasikan dan melaksanakan MoU terkait dengan Sekolah Ramah Anak (SRA).
Sementara seluruh Puskesmas juga telah menyandang status Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP).
Kabupaten Bone Bolango telah Memiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), rumah perlindungan sebagai shelter dan Layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA).
Ia mengatakan komitmen pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran daerah, ditambah adanya sumber daya di tingkat desa, menjadi tolok ukur penilaian positif dari pemerintah pusat.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi daerah lain untuk melakukan sinergi serupa, dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak mulai dari tingkat desa.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026