Gorontalo (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi 11 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, selaku penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

Koordinator Wilayah MBG Kota Gorontalo Indah Febriani Ali di Gorontalo, Selasa, mengatakan 11 unit SPPG tersebut belum dapat melakukan pelayanan karena saat ini masih dalam status pembekuan sementara atau suspen.

"Penutupan sementara 11 unit SPPG itu disebabkan oleh masalah teknis instalasi dan temuan kualitas makanan," kata Indah.

Dari 11 SPPG yang dibekukan sementara, lanjut dia, 10 diantaranya terkendala dengan masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sampai saat ini belum rampung perbaikan sehingga status suspen belum dapat dicabut.

 

Jika dilihat dari progres yang berjalan, kata dia, diproyeksikan pada pekan depan akan ada tiga unit yang siap beroperasi kembali.

Selain masalah IPAL, menurut Indah, terdapat temuan menonjol pada salah satu SPPG, yaitu terkait standar kualitas makanan, dimana hal itu terjadi pada masa awal bulan Ramadhan tahun 2026.

Temuan makanan berjamur pada awal dan akhir Ramadhan 2026 dikeluhkan langsung oleh pihak sekolah.

Dari hasil pemeriksaan, temuan-temuan tersebut dipicu oleh kelalaian dalam manajemen kontrol kualitas di tingkat SPPG serta koordinasi pemesanan oleh pihak yayasan.

 

Pihaknya selaku koordinator wilayah telah mengevaluasi menyeluruh dan melaporkan seluruh temuan di daerah kepada pemerintah pusat.

Ia mengatakan terkait pemberlakuan sanksi kepada pihak-pihak yang terlibat merupakan wewenang dari BGN pusat, namun semua temuan di daerah telah dilaporkan ke pusat sebagai bahan pertimbangan.

"Saat ini ada tiga unit SPPG di Kota Gorontalo yang baru dan beroperasi untuk memastikan program pemenuhan gizi tetap berjalan," kata Indah Febriani Ali.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BGN evaluasi 11 SPPG yang disuspen di Kota Gorontalo

Pewarta: Susanti Sako/Zulkifli Polimengo
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026