Istanbul (ANTARA) - Otoritas Prancis pada Rabu mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengkonfirmasi laporan mengenai adanya sebuah kapal kargo, yang dioperasikan oleh CMA CGM, telah menjadi sasaran di Selat Hormuz.
“Saya tidak dapat mengkonfirmasi pagi ini apakah itu benar-benar terjadi,” kata juru bicara pemerintah Maud Bregeon kepada stasiun televisi franceinfo menanggapi laporan media yang menuduh kapal tersebut telah menjadi sasaran di lepas pantai Dubai.
Dia mengatakan bahwa jika laporan tersebut terbukti benar, maka situasinya akan “sama sekali tidak dapat diterima.”
Menteri Transportasi Philippe Tabarot juga mengatakan kepada franceinfo bahwa pihaknya tidak dapat mengkonfirmasi laporan tersebut pada tahap ini tetapi mengharapkan klarifikasi dari pemilik kapal yang dilaporkan “dalam beberapa jam mendatang.”
Dia menambahkan bahwa saat ini masih ada “59 kapal yang menjadi kepentingan Prancis” di Selat Hormuz.
Media Amerika dan Inggris sebelumnya melaporkan bahwa sebuah kapal kargo Prancis mungkin telah menjadi sasaran tembakan di jalur perairan strategis tersebut.
Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan.
Sejak 13 April, Amerika Serikat telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di selat tersebut.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prancis belum konfirmasi kapal CMA CGM jadi sasaran di Selat Hormuz
Pewarta: Yoanita Hastryka DjohanEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026