Gorontalo (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, menyediakan layanan pemeriksaan kolesterol lengkap sebagai upaya deteksi dini risiko penyakit akibat kolesterol tinggi.
Dokter RSUD Ainun Habibie Provinsi Gorontalo dr Taufik Ramadhan Biya SpPD Subsp EMD(K) FINASIM di Gorontalo, Jumat mengatakan pemeriksaan kolesterol penting dilakukan secara rutin karena kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala khusus.
“Kolesterol tinggi disebut juga sebagai silent killer, karena banyak orang merasa sehat walaupun kadar kolesterol nya tinggi,” katanya.
Taufik Ramadhan mengatakan pemeriksaan kolesterol di RSUD Ainun Habibie meliputi pemeriksaan kolesterol total, Low Density Lipoprotein (LDL), High Density Lipoprotein (HDL), dan trigliserida.
Menurutnya, pemeriksaan LDL penting dilakukan karena merupakan kolesterol jahat yang dapat menumpuk pada pembuluh darah dan memicu berbagai penyakit serius.
“Biasanya yang sering diperiksa masyarakat lewat ujung jari itu biasanya hanya kolesterol total. Padahal yang penting juga adalah pemeriksaan LDL,” kata Taufik Ramadhan.
Ia mengatakan faktor genetik, konsumsi makanan tinggi lemak, gorengan, makanan cepat saji, serta kurang aktivitas fisik menjadi penyebab meningkatnya kadar kolesterol.
Selain itu, kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami kolesterol tinggi antara lain penderita diabetes, obesitas, perokok, usia di atas 40 tahun, serta masyarakat dengan riwayat keluarga penderita kolesterol tinggi.
Taufik Ramadhan menambahkan, kolesterol yang tidak ditangani dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan gangguan aliran darah.
Untuk mencegah kolesterol tinggi, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Pemeriksaan rutin minimal enam bulan sekali atau satu tahun sekali penting dilakukan, terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko tinggi,” kata dia.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026