Moskow (ANTARA) - Para pemimpin Eropa menuntut Presiden Ukraina Vladimir Zelensky menyelidiki skandal korupsi di negaranya, khususnya menyangkut mantan kepala Kantor Kepresidenan Ukraina Andriy Yermak, untuk mengamankan keanggotaan di Uni Eropa.

Menurut laporan surat kabar Die Zeit, Kamis (21/5), dengan mengutip sumber, setelah Yermak mengundurkan diri pada 2025, Kanselir Jerman Friedrich Merz berdiskusi dengan Zelensky mengenai korupsi di Ukraina dan menjelaskan bahwa Ukraina berada di persimpangan jalan karena skandal itu.

Selain Kanselir Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga melakukan percakapan serupa dengan Zelensky.

Namun demikian, pada saat yang sama, pihak berwenang Ukraina masih belum memenuhi tuntutan para pemimpin Eropa, demikian laporan tersebut.

Pada 11 Mei lalu, Kantor Kejaksaan Khusus Anti-Korupsi Ukraina (SAPO) mengumumkan dakwaan terhadap Andriy Yermak. Sehari kemudian, Pengadilan Tinggi Anti-Korupsi mulai mempertimbangkan pra-peradilan terbatas, dengan Kepala SAPO Oleksandr Klymenko mengatakan jaksa akan meminta penahanan atas Yermak dengan opsi jaminan senilai 3,1 juta dolar AS (sekitar Rp54,8 miliar).

Jumat pekan lalu (15/5), anggota parlemen Ukraina Yaroslav Zheleznyak mengatakan dana untuk jaminan Yermak telah terkumpul sepenuhnya di bawah tekanan Zelensky. Namun, dana tersebut belum ditransfer ke rekening pengadilan anti-korupsi.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Zelensky dituntut selidiki korupsi di Ukraina demi keanggotaan UE

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026