Rakernas BKPRD yang diikuti kurang lebih 205 peserta ini bertujuan untuk memperkokoh kelembagaan penataan ruang daerah dalam mewujudkan penyelenggaraan penataan ruang daerah yang berkualitas.
Acara yang mengusung tema “Memantapkan Kelembagaan Koordinasi Penataan Ruang Daerah dalam Mendukung Penyelenggaraan Penataan Ruang Berkualitas†ini di buka secara resmi oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil.
Sofyan Djalil mengatakan perlu peningkatan peran eksistensi kelembagaan koordinasi penataan ruang daerah serta memperkuat fungsi kelembagaan koordinasi penataan ruang di daerah.
"Dulu, kita tidak berpikir jangka panjang tentang konsep tata ruang, barangkali baru sedikit orang yang menyadari. Sebagai contoh pembangunan jalan tol betapa mahalnya tata ruang, kesalahan atau kekeliruan penata ruang yang tidak berpikir panjang yang harus kita tanggung," ujar Sofyan.
Sofyan menegaskan agar tidak melakukan kesalahan yang sama di masa lalu. †Apa yang kita lakukan hari ini akan menghasilkan dampak lima, sepuluh bahkan lima puluh tahun akan datang.
Sofyan berharap rakornas menghasilkan rumusan strategis yang sesuai dengan harapan guna mendukung peningkatan kinerja pembangunan daerah dan terwujudnya sinkronisasi kebijakan penataan ruang antara pusat dan daerah.
Rakornas ini diikuti sekda se Indonesia selaku ketua BKPRD dan pejabat di lingkungan kementerian/lembaga.
Pewarta: FaridEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.