Seperti yang diungkap pemilik kandang ayam pedaging di Desa Cisadane, Kecamatan Tomilito, Irham Latif, Minggu, mengaku, sangat kewalahan melayani pembeli yang meningkat drastis sejak Sabtu (28/6).
Biasanya ia menjual sendiri daging ayam potong di pasar tradisional, namun saat ini harus melayani pembeli yang datang di kandang miliknya.
Jika biasanya ia menjual daging ayam potong rata-rata 50-70 kilo gram per hari, dua hari ini kenaikan penjualan terjadi signifikan mencapai 100-150 kilo gram per hari.
Padahal harganya sedang naik mencapai Rp40 ribu per kilo gram, biasanya hanya berkisar Rp35 ribu-Rp38 ribu per kilo gram.
Irham bahkan mengaku terpaksa menambah jumlah pekerjanya, agar bisa memenuhi permintaan pembeli yang kebanyakan menginginkan daging ayam siap olah.
Sementara itu, Yosan Nahanu, salah satu pembeli mengaku sengaja membeli daging ayam potong yang harganya lebih murah daripada ayam kampung yang naik dikisaran Rp60 ribu-Rp70 ribu per kilo gram.
"Daripada tidak bisa menikmati menu daging ayam di awal ramadhan, terpaksa kami membeli ayam pedaging yang harganya lebih murah," Ujarnya.
Ia mengaku tidak khawatir mengkonsumsi daging ayam pedaging, sebab bisa melihat langsung proses pemotongan sehingga dijamin halal dan aman untuk dikonsumsi.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026