Komisioner KPU divisi data, humas dan hubungan antar lembaga, Sophian Rahmola, Rabu, mengatakan, pihaknya hanya menyiapkan TPS yang berada dekat dengan lokasi RS tersebut.
"Kita sudah mengecek langsung jumlah pemilih yang akan menggunakan hak suaranya di RS ini, namun belum menemukan pemilih yang sedang menjalani rawat inap," Ujarnya.
Sedangkan bagi petugas medis baik dokter maupun tenaga perawat yang sedang bertugas, diharapkan dapat menggunakan hak suaranya secara bergantian.
Mengingat terdapat dua TPS di desa tersebut yang sangat berdekatan dengan lokasi RS, sehingga petugas medis yang menggunakan formulir A5 atau pemilih pindah alamat diharapkan bisa memberikan hak suaranya di salah satu TPS.
Sophian mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) terdekat dengan RS, agar bisa membawa kotak suara untuk melayani para wajib pilih yang
tidak bisa meninggalkan RS hingga pukul 12.00 Wita.
Namun sejauh ini, pihaknya belum mendapatkan informasi adanya pasien rawat inap maupun petugas medis di RS yang tidak bisa mencoblos TPS terdekat.
Pantauan Antara di RS yang lokasinya juga berdekatan dengan kantor KPU setempat, suasana nampak lengang dan hanya beberapa perawat yang sedang menjalankan tugas jaga.
Mereka mengaku, terdaftar sebagai wajib pilih di pusat ibu kota kabupaten, yaitu Kecamatan Kwandang, sehingga telah memberikan hak suaranya secara bergantian sejak pukul 07.00 Wita.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.