Gorontalo,  (ANTARA GORONTALO) - Sejumlah pedagang di pasar tradisional mingguan Moluo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, berharap turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan memicu naiknya daya beli konsumen.

"Daya beli konsumen sangat menurun sejak kenaikan harga BBM pada 1 Januari 2015 lalu, sehingga turunnya harga BBM kali ini khususnya jenis Premium yang mencapai Rp6.600 per liter, diharapkan akan kembali meningkatkan daya beli konsumen," ujar Sriyani, pedagang pakaian di pasar Moluo, Senin.

Menurut ia, turunnya harga BBM mestinya tidak sekedar menjadi angin segar bagi konsumen saja, namun harus berdampak pada peningkatan daya beli terhadap pedagang yang sangat menurun.

"Khusus di pasar besar ini, daya beli konsumen sangat menurun bahkan hal tersebut tidak hanya dipicu akibat naiknya harga BBM, namun tidak ada upaya maksimal pemerintah daerah untuk mendorong perputaran ekonomi di daerah ini," ujar Sriyani sebagai penjual pakaian jadi eceran.

Ia berharap, kebijakan pemerintah pusat menurunkan harga BBM diikuti dengan kebijakan dan kinerja pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan daya beli konsumen, diantaranya mewajibkan ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tinggal menetap di daerah ini.

Kenaikan harga barang termasuk pakaian, diakuinya ikut naik sejak BBM dinaikkan sebab harga sewa angkutan umum naik drastis.

"Turunnya harga BBM pasti akan menurunkan harga jual barang dagangan saya, asalkan sewa angkutan umum juga turun menyesuaikan harga premium saat ini," ungkapnya.

Pantauan wartawan di pasar mingguan Senin-Kamis ini, harga bahan pokok seperti beras belum juga turun, masih di kisaran Rp8.500-Rp7.000 per liter tergantung jenis beras.

Sama dengan harga tomat yang naik dari Rp12.000 per kilo gram menjadi Rp14.000 per kilo gram, bawang merah dari Rp30.000 per kilo gram menjadi Rp35.000 per kilo gram, sedangkan cabai rawit turun dari Rp30.000 per kilo gram menjadi Rp20.000-Rp25.000 per kilo gram.

Harga telur turun dari Rp52.000 per papan isi 30 butir kini berada di kisaran Rp42.000-Rp45.000 per papan.

Sementara itu, harga ikan masih cukup tinggi dipicu cuaca yang kurang bersahabat bagi nelayan karena curah hujan tinggi dan gelombang tinggi.

Seperti yang diungkap Mudin, salah seorang penjual ikan di pasar ini yang mengaku, stok ikan berkurang karena faktor cuaca sehingga nelayan banyak yang tidak melaut. Harga ikan kembung (Oci segar) yang biasanya dijual Rp15.000-Rp20.000 per kilo gram, naik menjadi Rp35.000-Rp40.000 per kilo gram.

Mudin mengaku, meski harga ikan naik namun daya beli masyarakat stabil sebab stok yang dijual memang tidak sebanyak biasanya. "Pembeli tetap banyak, sebab harga seluruh jenis ikan memang tinggi, termasuk harga daging ayam dan telur," ujarnya.

Pewarta: Susanti Sako

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2015