Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, meminta pengawasan distribusi elpiji bersubsidi agar diperketat.

"Tujuannya, agar distribusi elpiji 3 kg tepat sasaran dan tidak terjadi kekosongan stok yang menyebabkan kepanikan masyarakat karena sulit mendapatkan keperluan bahan bakar tersebut," ucap anggota Komisi III DPRD Gorontalo Utara, Wisye Pangemanan, di Gorontalo, Senin.

Pengawasan pun tidak hanya dilakukan pemerintah daerah, namun masyarakat perlu mengambil bagian dalam pengawasan tersebut.

Masyarakat sasaran, harus mendapatkan haknya menikmati gas elpiji 3kg bersubsidi.

Kuota untuk daerah ini harus benar-benar tercukupi hanya untuk masyarakat sasaran.

"Kita perlu bersama-sama melakukan pengawasan tersebut, termasuk ikut mengampanyekan jika  elpiji bersubsidi hanya diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu, sementara kalangan mampu termasuk pengusaha menengah ke atas, agar menggunakan elpiji non subsidi 5,5 kg dan diatasnya," ujar Wisye.

Kesadaran masyarakat mampu, harus terus didorong untuk menggunakan elpiji non subsidi 'bright gas'.

Jika pemakaian elpiji bersubsidi digunakan tidak sesuai kuota, otomatis menimbulkan kecenderungan kelangkaan atau kekosongan stok dalam waktu cepat.

Padahal kuota yang diberikan pasti sudah tepat sesuai jumlah kepala keluarga (KK) sasaran, hanya saja pendistribusian yang tidak tepat mengakibatkan elpiji bersubsidi terkesan cepat hilang dari pangkalan.

"Kita perlu bersama-sama memperketat pengawasan, agar sasaran kuota elpiji subsidi benar-benar hanya dinikmati masyarakat kurang mampu," tandasnya.***

Pewarta: Susanti Sako

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2020