Gorontalo (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo berupaya melakukan pencegahan dini terhadap potensi pelanggaran pemilu dan pemilihan.

Hal itu dikatakan Ketua Bawaslu Gorontalo Utara Ronald Ismail di Gorontalo, Rabu.

Menurutnya salah satu upaya yang dilakukan, yaitu memperkuat konsolidasi demokrasi dengan partai politik. 

"Kami melakukan langkah konkret, dengan menggelar diskusi bersama jajaran pengurus partai politik, di antaranya bersama Partai Gerindra  Gorontalo Utara," kata Ronald.

Menurutnya pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai potensi kerawanan pelanggaran, serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan secara kolaboratif.

Ronald mengatakan pendekatan pencegahan menjadi prioritas utama dalam menjaga integritas proses demokrasi.

“Bawaslu terus mengedepankan langkah pencegahan sebagai strategi utama, seperti melalui konsolidasi dengan partai politik. Kami ingin memastikan adanya kesamaan pemahaman terkait regulasi, sekaligus membangun komitmen bersama untuk meminimalisir potensi pelanggaran sejak dini,” kata Ronald.

Ia juga menekankan pentingnya peran partai politik dalam menciptakan ruang demokrasi yang sehat, termasuk dalam mengedukasi masyarakat.

“Partai politik memiliki posisi strategis dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Kami berharap melalui sinergi ini, seluruh pihak dapat berkontribusi aktif dalam menjaga proses pemilu dan pemilihan yang jujur, adil dan bermartabat,” katanya.

Jajaran pengurus Partai Gerindra Gorontalo Utara menyatakan komitmennya untuk mendukung langkah-langkah pencegahan yang dilakukan Bawaslu. 

Ketua Partai Gerindra Gorontalo Utara Marten Biki mengatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam mengantisipasi berbagai bentuk pelanggaran, khususnya berkaitan dengan penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks.

“Partai Gerindra siap membantu Bawaslu dalam upaya pencegahan dugaan pelanggaran pada pemilu dan pemilihan mendatang, terutama dalam menangkal penyebaran berita hoaks dan praktik kampanye hitam yang dapat merusak kualitas demokrasi,” kata Marten.

Pertemuan tersebut diharapkan membangun sinergi yang semakin kuat antara Bawaslu dan partai politik, guna menciptakan iklim demokrasi yang sehat serta meningkatkan kesadaran bersama dalam mencegah pelanggaran sejak dini.
 



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026