Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo segera merevitalisasi dua Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), yakni PPI Desa Tongo, Kecamatan Bonepantai dan Desa Inengo Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Gorontalo, Rabu, memastikan hal itu seusai meninjau dua PPI yang ada di wilayah pesisir pantai selatan tersebut.

Ia mengatakan, saat ini PPI Tongo telah memiliki fasilitas pabrik es yang baru selesai direvitalisasi awal tahun ini, namun sejumlah hal perlu pembenahan mulai dari akses jalan masuk dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang sudah tidak difungsikan.

"Kita harus melakukan pembenahan total. Jadi kalau pabrik es sudah ada, itu didirikan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) provinsi, tinggal menambah fasilitas pendingin (cold storage) dan alat pemecah es. Itu penting sekali. Demikian juga yang di Inengo, sama," kata Gusnar.

Ekosistem di dalamnya baik jalan dan tempat pelelangan ikan, juga perlu direvitalisasi.

Menurutnya, pabrik es di PPI Tongo paling vital bagi nelayan setempat, sebab memiliki kemampuan sekali produksi 200 es dengan harga Rp13.000 per balok, mampu membantu nelayan untuk mendinginkan ikan saat melaut.

Masalahnya ada pada bangunan TPI yang sudah bertahun-tahun tidak berpenghuni.

Beberapa sudut bangunan nampak sudah rusak, tidak ada aliran air bersih dan listrik.

Kapal nelayan yang bersandar di pelabuhan membawa ikan tidak pernah dijual di tempat itu, namun dibawa oleh pengumpul ke Kota Gorontalo.

Oleh karena itu, meski kewenangan TPI berada di pemerintah kabupaten dan pengelolaan PPI di pemerintah provinsi, namun masalah itu menurutnya tidak mendasar.

Ia melihat aspek infrastruktur jalan dan fasilitas penunjang menjadi penyebab tempat penjualan ikan itu tidak lagi berfungsi.

“Soal kewenangan tersebut, saya kira bisa kita urus secara bersama. Ketika kita siapkan semuanya baik infrastruktur, otomatis semua harus beroperasi di situ agar tempat pelelangan ikan juga hidup. Saya lihat di pelabuhan tadi, kapal-kapalnya sudah banyak yang bersandar berarti ada aktivitas di situ. Demikian juga di Inengo. Rame malah,” kata Gusnar pula.

Menurutnya untuk pembenahan dua PPI itu, pihaknya akan mengajukan proposal ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pemprov berharap tahun 2027, mendapat intervensi pemerintah pusat khususnya menyangkut akses jalan, perbaikan TPI, cold storage dan pemecah es.



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026