Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, mendorong usaha pengolahan sampah menjadi bahan bernilai ekonomis tinggi.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Mikdad Yeser, di Gorontalo, Senin.

DPRD berharap, kata dia, pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah terkait di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, dapat membangun kolaborasi dalam mendorong usaha pengolahan sampah menjadi bahan olahan bernilai ekonomis tinggi hingga menjadi bahan bakar alternatif.

Persoalan sampah, kata dia, menjadi fokus perhatian sebab sampah dapat memicu berbagai persoalan lingkungan khususnya banjir.

Apalagi jika berhadapan dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan bahkan di daerah aliran sungai.

Tumpukan sampah organik hingga sampah plastik faktanya memicu persoalan lingkungan yang sulit diatasi dalam waktu cepat.

Ditambah sampah yang diproduksi akan terus meningkat seiring peningkatan jumlah populasi di daerah ini.

"Mumpung masih dapat dikendalikan, ada baiknya pengolahan sampah diarahkan dengan baik. Di antaranya dengan membentuk komunitas perajin yang dapat didorong untuk mengelola sampah menjadi barang-barang berharga maupun digunakan sebagai bahan pengganti (substitusi) untuk keperluan skala rumah tangga," katanya.

Pihaknya berharap, kata Mikdad , pemerintah daerah pun dapat membangun kerja sama dengan pihak investor dalam pemanfaatan sampah perkotaan.

Peluang tersebut terbuka lebar dan DPRD memberi dorongan. Apalagi jika hasilnya dapat dijadikan energi terbarukan yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.

Tentu akan sangat membantu masyarakat. "Pengolahan sampah harus tepat dilakukan agar persoalan banjir akibat tumpukan sampah di daerah aliran sungai dapat dengan mudah diatasi," katanya.

Komisi III, kata Mikdad, telah melakukan pertemuan dengan Dinas Lingkungan Hidup setempat dan organisasi terkait untuk membahas pengolahan sampah menjadi bahan-bahan produktif.

Disamping mendukung pihak Dinas Lingkungan Hidup menambah armada pengangkut sampah juga personel, mengingat penanganan sampah masih sulit teratasi akibat minim fasilitas tersebut. ***

Pewarta: Susanti Sako

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2022