Gorontalo,   (Antaranews Gorontalo) - Tujuh penerima program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) asal Gorontalo, menggelar "inspiring talkshow", yang bertujuan memotivasi para generasi muda untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, Minggu.

Salah seorang penerima beasiswa Fullbright di Ohio University Amerika Serikat, Karmila Machmud, menjelaskan bahwa untuk mendapatkan beasiswa tersebut harus menjelaskan segala sesuatu yang pernah mereka lakukan untuk masyarakat walaupun hanya sederhana.

"Pada tahap wawancara ketika mengikuti seleksi beasiswa, yang paling banyak ditanyakan oleh pihak juri bukanlah tentang seberapa banyak prestasi yang pernah kalian raih, tapi sudah seberapa banyak kontribusi kalian untuk masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, setiap program beasiswa tentu memiliki kriteria penerima beasiswa yang layak, dan satu di antaranya dinilai dari seberapa banyak manfaat yang telah diberikan untuk orang lain.

Muhamad Arif Ismail, salah seorang penerima beasiswa LPDP lainnya di University of Leicester, United Kingdom, juga menjelaskan sebelum masuk ke tahap seleksi penerimaan beasiswa, sebaiknya para calon penerima beasiswa harus mempersiapkan diri.

"Cara mempersiapkan diri harus dimulai dari mengidentifikasi seperti apa tujuan atau `passion` kita ke depan, setelah itu hubungkan dengan apa manfaat yang bisa kita berikan kepada masyarakat setelah tujuan telah tercapai nantinya," ungkapnya.

Setelah itu, adanya perencaaan yang rinci terkait seperti apa nantinya pengabdian yang akan dilakukan kepada masyarakat sangatlah penting, karena hal ini merupakan tujuan utama layak tidaknya seseorang diberikan beasiswa tersebut.

"Contohnya saya, memiliki passion di bidang bahasa Inggris, dan memilih untuk fokus terhadap EOP - English for Occupational Purposes, dimana saya dapat mendesain bahasa Inggris untuk sebuah pekerjaan, contohnya seperti cara menulis pembuka email yang baik," tambahnya lagi.

Pewarta: Siti Hardianti

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2018