Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gorontalo Utara, Nasution Djou, Rabu, menyebut, capaian produksi perikanan kabupaten ini sejak tahun 2007-2014 mengalami kenaikan dari 9.317 ton di tahun 2007, menjadi 51.631 ton pada tahun 2014.
Meliputi produksi perikanan budidaya dari 2.160 ton tahun 2007 menjadi 28.443 ton tahun 2014 serta produksi perikanan tangkap dari 7.157 ton tahun 2007 menjadi 23.178 ton tahun 2014.
Pemerintah daerah melalui kebijakan dan program kerja kelautan dan perikanan berupaya meningkatkan armada perikanan tangkap modern, teknologi budidaya perikanan, mutu hasil, kualitas sumber daya kelautan dan perikanan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Peningkatan produksi perikanan tangkap maupun budidaya di daerah ini diakui Nasution belum optimal, meski peningkatan jumlah produksi terus meningkat sejak kabupaten ini dimekarkan.
Pemerintah daerah berupaya membangun "cold storage", pabrik pengolahan ikan, pabrik es, menambah pengadaan "freezer".
Serta pengadaan sistem rantai dingin berupa "cold box fiber".
"Siapa yang tahu pasti produksi perikanan tangkap daerah ini? Mungkin saja mencapai 1 juta ton setiap musim, namun nelayan kita hanya mampu memproduksi sepertiganya karena minimnya sarana dan prasarana," ujar Nasution.
Sehingga berbagai upaya wajib dilakukan mengingat tingginya produksi perikanan tangkap di daerah didukung panjang pantai 356 kilo meter.
Pihaknya berharap kata ia, akses permodalan bagi usaha bidang kelautan dan perikanan terus terbuka, seiring upaya optimalisasi kondisi sarana dan prasarana kelautan dan perikanan di daerah ini.
Agar berdampak langsung pada pengurangan rumah tangga miskin di wilayah pesisir yang masih tinggi.
Jumlah desa pesisir tersebar di 11 kecamatan daerah ini mencapai 78 desa.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026