"Tidak ada beras plastik di daerah ini, sebab produksi lokal mampu memenuhi kuota raskin yang tahun ini dianggarkan sebesar Rp2,9 miliar, sehingga kualitas raskin sangat terjaga," ujar Kepala sub bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Munawir Ismail, Rabu.
Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi teknis terkait, untuk memastikan raskin yang sebagian besar telah tersalur bebas dari beras sintetis.
"Sejauh ini belum ada pemerintah desa ataupun masyarakat yang melaporkan adanya temuan beras sintetis pada pembagian raskin di daerah ini," ujar Munawir.
Pemkab memang menggratiskan raskin dan penyalurannya berjalan baik tanpa ada keluhan.
Penyaluran raskin gratis tahun 2015 ini, diperuntukkan kepada 10.383�rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM).�
Hingga saat ini sudah terealisasi untuk bulan Januari-Maret. Sedangkan untuk bulan April, penyalurannya sementara berlangsung.
Alokasi anggaran Rp2,9 miliar untuk raskin, untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 1.868.940 kilo gram yang disalurkan di 123 desa tersebar di 11 kecamatan.*
Pewarta: Susanti SakoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.