Ketua DPRD Kabupaten Bone Bolango Azan Piola, Sabtu, mengatakan, imbauan itu disampaikan untuk menghindari persoalan dan kemungkinan negatif dihadapi penyelenggara ke depan.
"Integritas penyelenggara pemilu sangat penting ditonjolkan pada pilkada tahun ini. Karena sikap tersebut salah satu penentu suksesnya pesta demokrasi rakyat dan tidak akan mengalami cacat hukum," katanya.
Untuk itu, KPU maupun Panwas diharapkan tetap independen dan taat azas demokrasi, agar tidak berhadapan dengan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Ia menilai mencegah terjadi hal-hal yang dapat membawa komisioner penyelenggara pilkada berurusan dengan DKPP, pihaknya
turut memiliki upaya dan tanggung jawab dalam mengingatkan.
Berdasarkan keinginan dan harapan penuh DPRD untuk mensukseskan tahapan Pilkada 2015, bahwa pihak penyelenggara Pemilu harus bersikap tegas dan prosedural sesuai tuntutan dan amanah Undang-Undang. Juga bisa mempersiapkan mental dan kinerja yang maksimal sesuai anjuran Peraturan KPU (PKPU).
"Saya berharap penyelenggara Pilkada bekerja secara prosedur, tegas, obyektif, dan bersikap adil," harapnya.
Pengamat sosial politik dari Universitas Negeri Gorontalo, Ridwan Ibrahim mengatakan, pilkada tahun 2015 memiliki sarat atau tensi yang tinggi, sehingga peran penyelenggara seperti KPU dan Panwas tetap dituntut independensi.
"Kami optimis KPU dan Panwas mampu menunaikan tugas itu, dan DPRD bisa mengawasi langsung kinerja KPU dan Panwas selaku representasi rakyat," ujarnya.
Pewarta: Sariva Yunus: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.