Jakarta, (ANTARAGORONTALO) - PDI Perjuangan mengklaim memenangi pilkada di 160 daerah pada pemilihan serentak yang diselenggarakan di 264 daerah di Indonesia pada Rabu, 9 Desember 2015.

"Hasil tersebut melampaui target yang ditetapkan PDI Perjuangan, yakni menang di 156 daerah dari 269 daerah yang dijadwalkan menyelenggarakan pilkada serentak," kata Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis.

Menurut Hasto Kristiyanto, pada pilkada serentak tahap pertama ini, PDI Perjuagan mengikuti pilkada di 265 daerah, karena pada empat daerah lainnya PDI Perjuangan tidak memiliki kursi di DPRD, di antaranya Kabupaten Solok, Kabupaten Agam, dan Kota Mataram.

Namun, karena adanya gugatan hukum dari pasangan calon kepala daerah, maka pilkada di lima daerah pelaksanaannya menjadi tertunda, sehingga pilkada serentak diselenggarakan di 264 daerah.

Kelima daerah yang tertunda tersebut, adalah Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Fakfak, Kota Pematang Siantar, dan Kota Manado.

"Dari 264 daerah yang meyelenggarakan pilkada, hasilnya PDI Perjuangan memenangi pilkada di 160 daerah. Melampaui target yang ditetapkan. Ini buah dari hasil kerja keras partai dan semua pihak," katanya.

Hasto menambahkan, kalau pilkada di Provinsi Kalimantan Tengah tidak ditunda, PDI Perjuangan optimistis dapat memenangi pilkada di provinsi tersebut.

Dia menjelaskan, pilkada serentak yang pertama kali diselenggarakan berjalan dengan baik.

"Pilkada merupakan bentuk konsolidasi politik dan pemerintahan. Pilkada juga merupakan salah satu bentuk implementasi dari ajaran Trisakti pada masyarakat," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Hasto mengucapkan terima kasih kepada mesin partai, tim pendukung pasangan calon kepala daerah, penyelenggara pilkada, maupun masyarakat yang telah berpartisipasi.


Editor : Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2026