Bangkok (ANTARA) - Pelari jarak jauh Indonesia Riki Martin Simbolon meraih medali perunggu nomor lari 10.000 meter SEA Games 2025 setelah mencatatkan waktu 29 menit 54,64 detik, pada perlombaan yang berlangsung di Stadion Supachalasai, Bangkok, Selasa malam.
Medali emas pada nomor tersebut diraih pelari Thailand Tuntivate Kieran dengan waktu 29 menit 41,81 detik, disusul Guermali Yacine dari Filipina yang mencatatkan waktu 29 menit 43,94 detik untuk meraih perak.
Riki mengakui ketatnya persaingan pada nomor tersebut, terutama karena para pesaingnya memiliki latar belakang dan catatan waktu yang lebih unggul.
“Tahu atlet dari Thailand dan Filipina itu naturalisasi ya, dan waktunya juga sangat tajam sekali untuk personal best-nya,” kata Riki.
Ia menilai capaian waktunya menjadi indikator peningkatan performa yang positif bagi atlet lari jarak jauh Indonesia. “Menurut saya ini prestasi yang sangat meningkat, yang sangat bagus sekali,” ujarnya.
Riki menambahkan catatan waktunya kali ini berada di bawah 30 menit, sebuah progres yang menurutnya patut diapresiasi.
“Di mana catatan waktu saya di 29 koma 54 detik. Dan ini progresnya sangat bagus sekali. Mudah-mudahan saya bisa lebih baik lagi ke depan,” kata Riki.
Sementara itu, Indonesia juga diwakili Robi Syianturi yang finis di posisi kelima dengan catatan waktu 31 menit 03,34 detik. Robi sebelumnya berhasil meraih medali emas nomor marathon pada SEA Games 2025.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rikki Martin raih perunggu lari 10.000 meter SEA Games 2025
Pewarta: Aditya RamadhanEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026