Washington (ANTARA) - Misi diplomatik Amerika Serikat untuk Arab Saudi pada Selasa memperingatkan adanya ancaman “segera” serangan rudal dan pesawat tanpa awak (UAV) di atas Dhahran, serta menyarankan agar tidak mendatangi konsulat AS di sana.
“Ada ancaman serangan rudal dan UAV yang akan segera terjadi di atas Dhahran. Jangan datang ke Konsulat AS. Segera berlindung di tempat tinggal Anda di lantai paling bawah yang tersedia dan jauh dari jendela. Jangan keluar rumah,” kata misi diplomatik tersebut dalam peringatan keamanan.
Misi diplomatik tersebut juga menyatakan bahwa para personelnya sedang berlindung di tempat masing-masing dan mendesak warga negara AS untuk melakukan hal yang sama. Mereka juga diminta meninjau rencana keamanan jika terjadi serangan dan meminta untuk tetap waspada.
Sebelumnya pada Selasa, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan dua drone telah menghantam Kedutaan Besar AS di Riyadh, yang memicu kebakaran kecil dan menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Saudi menyampaikan bahwa kerajaan berhak mengambil langkah pembalasan menyusul serangan Iran di wilayahnya.
Akibat serangan terhadap kedutaan tersebut, sebagian atap gedung utama runtuh dan menyebabkan bagian dalam bangunan dipenuhi asap, lapor The Washington Post pada Selasa, mengutip memo internal Departemen Luar Negeri AS.
Informasi terbaru menunjukkan bahwa misi diplomatik tersebut mengalami kerusakan yang lebih luas daripada yang awalnya diperkirakan, tambah laporan itu.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Konsulat AS di Saudi peringatkan adanya ancaman serangan rudal
