Jakarta (ANTARA) - PT Pegadaian memastikan seluruh produk investasi emas digital didukung emas fisik dengan rasio satu banding satu yang disimpan di brankas (vault) perseroan, sehingga pasokannya memadai dan nasabah tidak perlu khawatir.

 

Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian Yos Iman Jaya Dappu menjelaskan bahwa sebelum nasabah membeli emas melalui aplikasi Tring!, Pegadaian terlebih dahulu menyiapkan dan menyetorkan emas fisik. Dengan demikian, setiap transaksi pembelian telah didukung ketersediaan emas secara nyata.

 

“Jadi ini memenuhi dua hal. Satu, dari sisi keamanan. Kedua, dari sisi konsep syariahnya. Emas (fisik) sudah ada duluan,” katanya dalam acara "PRIMA Talkshow" di Jakarta, Kamis.

Yos mencontohkan, jika nasabah membeli emas 100 gram, Pegadaian telah mengamankan terlebih dahulu jumlah emas tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk menghindari risiko perubahan harga yang dapat merugikan apabila pembelian fisik dilakukan setelah transaksi nasabah.

 

“Emas di Pegadaian itu satu banding satu. Teman-teman beli 100 gram, beli 200 gram, atau berapapun, di Pegadaian fisiknya ada,” kata Yos.

Ia menjelaskan bahwa emas yang disimpan Pegadaian umumnya berbentuk batangan besar, misalnya satu kilogram.

Di dalam satu batangan tersebut terdapat porsi kepemilikan nasabah sesuai saldo emas yang dimiliki. Karena itu, jelas Yos, proses pencetakan emas fisik dari saldo digital membutuhkan waktu.

Untuk menjawab kebutuhan nasabah, Pegadaian menyediakan fasilitas ATM emas yang memungkinkan nasabah mencetak emas fisik dari saldo emas digital yang dimiliki.

 

Namun, saat ini fasilitas ATM emas tersebut masih tersedia secara terbatas dan ke depan direncanakan akan diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan nasabah dengan menunjukkan bahwa saldo emas digital yang dimiliki benar-benar didukung emas fisik.

Selain itu, Yos juga memastikan bahwa seluruh emas yang dikelola memiliki kadar 24 karat. Adapun secara regulasi, Pegadaian merupakan salah satu dari dua institusi di Indonesia yang telah memperoleh izin dari pemerintah untuk menjalankan layanan bank emas (bullion bank).

Melalui bank emas, Pegadaian menyediakan empat produk utama, yakni perdagangan atau jual beli emas, deposito emas, pinjaman modal kerja berbasis emas, serta layanan titipan emas bagi korporasi.

 

Pada kesempatan yang sama, SEVP Marketing PT Rintis Sejahtera menyampaikan, pihaknya turut memberikan dukungan dengan menyediakan solusi pembayaran yang terintegrasi bagi nasabah Pegadaian di berbagai kanal transaksi.

Hal ini menjadi komitmen yang terus diperkuat oleh perseroan sebagai pengelola layanan switching Jaringan PRIMA.

Sebagai upaya memperluas jangkauan layanan investasi digital Pegadaian kepada masyarakat, PT Rintis Sejahtera berperan dalam mengintegrasikan layanan tersebut ke dalam ekosistem Jaringan PRIMA yang mencakup bank maupun lembaga nonbank.

Integrasi ini memungkinkan masyarakat melakukan transaksi dengan lebih mudah dan seamless, salah satunya untuk top up tabungan emas.

 

Tak hanya layanan emas, ke depan berbagai fitur Pegadaian juga akan terintegrasi agar dapat diakses lebih mudah, seperti Cicil Gadai, Tebus Gadai, Ulang Gadai, dan Pembiayaan Usaha.

Sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem transaksi digital yang aman dan terpercaya, PT Rintis Sejahtera juga menyediakan sistem deteksi fraud, yakni PRDS (Potential Risk Detection System), yang membantu Pegadaian mengidentifikasi transaksi tidak wajar yang berpotensi merupakan aktivitas fraud.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Minta nasabah tak khawatir, Pegadaian jamin pasokan emas fisik memadai

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026