Jakarta (ANTARA) - PT Pegadaian menyampaikan pihaknya telah mengelola total 141 ton emas hingga 2025 yang berasal dari berbagai produk dan layanan perseroan.
"Emas yang kami kelola saat ini sekitar 141 ton. Ini terdiri dari berbagai tipe produk bullion, termasuk titipan emas, modal kerja emas, bullion trading, serta tabungan emas masyarakat," ujar Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan dalam Launching Indonesia Bullion Ecosystem Roadmap di Jakarta, Jumat.
Secara rinci, pengelolaan emas tersebut berasal dari beberapa layanan di antaranya deposito emas 2,25 ton, pinjaman modal kerja emas 320 kilogram, bullion trading 15,07 ton, serta titipan emas 3,7 ton.
Damar mengatakan jumlah tersebut menjadi modal penting guna mendukung pengembangan ekosistem bank emas (bullion bank) di Indonesia.
Selain itu, ia melaporkan bahwa tabungan emas masyarakat mencapai 19,2 ton yang berasal dari sekitar 5,6 juta nasabah.
Produk ini menjadi salah satu instrumen investasi yang terus diminati masyarakat karena dapat diakses dengan nominal kecil.
Untuk memperluas akses investasi emas, Pegadaian juga meluncurkan aplikasi digital bernama Tring pada Oktober 2025.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mulai menabung emas dengan nominal mulai dari Rp10.000.
Damar menyebutkan hingga akhir 2025 aplikasi tersebut telah digunakan oleh sekitar 4,8 juta pengguna dengan total transaksi mencapai 21,2 juta transaksi.
Dari aktivitas tersebut, tercatat transaksi emas sekitar 4,8 ton atau setara dengan sekitar 50 persen dari total penjualan emas Pegadaian.
Ke depan, Pegadaian menargetkan peningkatan sertifikasi internasional bagi produk emasnya.
Penguatan ekosistem bullion bank juga akan didukung oleh pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) yang melibatkan sekitar 11 perusahaan di industri emas nasional. Asosiasi ini ditargetkan dapat diresmikan pada Juni 2026.
Adapun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa jumlah nasabah bank emas (bullion bank) mengalami peningkatan yang signifikan dalam setahun terakhir, dari 3,2 juta orang pada Februari 2025 menjadi 5,7 juta orang pada saat ini.
Sebelumnya, bank emas resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025, yang mana PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi dua lembaga keuangan pertama yang memperoleh izin untuk menjalankan layanan tersebut.
"Jumlah yang digadaikan di Pegadaian, nilai emasnya meningkat menjadi 144,7 ton dari 94 ton. Mereka yang sudah memanfaatkan menjadi pinjaman juga naik sebesar 38,5 ton atau senilai Rp102 triliun. Demikian pula di BSI itu juga meningkat, sekarang sudah mencapai 22 ton," kata Airlangga.
Seiring dengan tren peningkatan tersebut, Airlangga mengamini bahwa salah satu faktor yang turut memengaruhi inflasi adalah meningkatnya pembelian emas.
Pada saat peluncuran bank emas, catat dia, harga emas masih berada di kisaran 3.000 dolar AS per ounce troy, sedangkan saat ini telah mencapai sekitar 5.000 dolar AS per ounce troy.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pegadaian kelola 141 ton emas hingga 2025
