Gorontalo (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Gorontalo Inspektur Jenderal Polisi Widodo memastikan pelayanan dan pengamanan pada pos terpadu Operasi Ketupat Otanaha tahun 2026 di Provinsi Gorontalo, berlangsung hingga H+7 lebaran Idul Fitri.

Widodo di Gorontalo, Minggu mengatakan setiap pos pelayanan dan pengamanan telah dirancang terpadu, dengan melibatkan personel TNI, petugas dari Dinas Kesehatan, para siswa dan siswi Pramuka, bahkan menghadirkan tukang pijat.

"Saya dan jajaran mengunjungi langsung pos-pos terpadu untuk memastikan apakah kesiapan pelayanan dan pengamanan berjalan lancar. Seluruh pos ini siaga hingga H+7 lebaran," kata Widodo.

Pos terpadu kata dia memiliki filosofi, yakni mengamankan dan melayani masyarakat, dimana pada saat menjelang dan setelah lebaran Idul Fitri, kondisi lalu lintas maupun aktivitas masyarakat mengalami peningkatan.

Seiring dengan padatnya aktivitas lalu lintas, Polda Gorontalo melalui pos-pos terpadu menyediakan berbagai fasilitas kesehatan darurat, khususnya bagi pemudik yang kelelahan.

Tidak hanya tukang pijat, dalam pos terpadu tersebut juga dapat melakukan pemeriksaan seperti tensi darah dan layanan kesehatan lainnya yang diperlukan masyarakat.

Kapolda juga menawarkan kepada para wartawan yang merasa lelah atau ingin melakukan pengecekan tensi darah maupun deteksi dini persoalan kesehatan, untuk memanfaatkan fasilitas pos pelayanan dan pengamanan yang tersedia.

Memasuki H+6 lebaran Idul Fitri tahun 2026, peningkatan aktivitas masyarakat mulai terlihat, baik di pusat perbelanjaan, tempat wisata dan pusat-pusat keramaian lainnya.

Keberadaan petugas di pos terpadu, secara suka rela melaksanakan pelayanan dan pengamanan sampai dengan H+7 lebaran dan pengamanan akan dipusatkan saat perayaan lebaran ketupat.

Terkait dengan pengamanan lebaran ketupat, kehadiran dan fungsi pos terpadu telah disiapkan di seluruh Wilayah yang didirikan oleh setiap Polres.

Personel di masing-masing pos berkewajiban memantau arus lalu lintas, pusat perbelanjaan, tempat nongkrong, rumah makan atau tempat berkumpulnya warga, tempat wisata, hingga lokasi-lokasi rawan kemacetan serta gangguan keamanan dan ketertiban.

Ia mengatakan pendirian pos terpadu merupakan upaya Polri dalam menciptakan situasi kondusif, serta menginginkan agar masyarakat dapat beribadah dan merayakan lebaran Idul Fitri hingga lebaran ketupat dengan tenang dan bahagia bersama keluarga.

"Alhamdulillah sampai dengan saat ini, situasi keamanan se Gorontalo sangat kondusif tanpa adanya kejadian menonjol. Kami meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketenangan, keamanan dan ketertiban, agar perayaan hari raya tetap lancar dan terkendali," imbuhnya.



Pewarta: Susanti Sako/Zulkifli Polimengo
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026