Istanbul (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Selasa (21/4) mengatakan bahwa Washington memanfaatkan masa gencatan senjata dengan Iran untuk mengisi kembali persediaan senjata, seraya mengeklaim Teheran kemungkinan melakukan hal serupa dan berupaya memindahkan rudal.
Dalam wawancara dengan CNBC, Trump menyatakan dirinya “siap bertindak” untuk melanjutkan serangan jika prospek tercapainya kesepakatan gagal terwujud. Ia juga menyampaikan keyakinan bahwa kedua pihak pada akhirnya akan mencapai “kesepakatan besar”, yang menurutnya akan melampaui perjanjian nuklir 2015.
Trump juga mengeklaim bahwa kapal kargo berbendera Iran TOUSKA, yang disita pasukan AS pada Minggu setelah menolak mematuhi instruksi blokade, membawa sesuatu yang ia sebut sebagai “hadiah dari China”.
Komando Pusat (CENTCOM) AS memastikan kapal tersebut masih berada dalam penguasaan AS setelah pencegatan oleh militer AS. Pihak China belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut.
Terkait kemungkinan pengaturan mata uang dengan Uni Emirat Arab, Trump mengatakan skema pertukaran sedang “dipertimbangkan” dan menyebut negara Teluk itu sebagai “negara yang baik”.
Gencatan senjata selama dua pekan yang akan berakhir Rabu (22/4) malam waktu Washington disebut Trump telah dilanggar “berkali-kali” oleh Iran. Ia sebelumnya menyatakan perpanjangan gencatan senjata “sangat kecil kemungkinannya” jika tidak tercapai kesepakatan sebelumnya.
Wakil Presiden AS J.D. Vance bersama utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan melakukan perjalanan ke Islamabad untuk putaran baru perundingan. Iran belum memastikan keterlibatan secara resmi dalam putaran baru perundingan dan menuntut pencabutan blokade angkatan laut AS sebagai prasyarat.
Dalam unggahan terpisah di Truth Social, Trump menyatakan serangan yang ia perintahkan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025 “sepenuhnya melumpuhkan lokasi Nuclear Dust hingga Iran yang haus darah tidak mampu mengakses atau menggali kembali fasilitas tersebut.”
“Space Force memiliki kamera di setiap inci dari tiga lokasi yang dihantam dengan sangat efektif pada Juni lalu,” ujarnya.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Trump klaim AS isi ulang senjata saat gencatan senjata berlangsung
Pewarta: PrimayantiEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026