Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong integrasi ekonomi kreatif dengan industri global melalui kolaborasi untuk pemanfaatan kekayaan intelektual (KI) dalam ajang GT World Challenge Asia Powered by AWS di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang, tetapi juga sangat inklusif. Yang penting kita berani bermimpi, karena mimpi itu bisa diwujudkan, dan ini adalah panggungnya,” ujar Wakil Menteri Ekraf Irene Umar dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.
Dalam ajang ini, Kementerian Ekraf berkolaborasi dengan Radical Motorsport, Sekuya EVOS Racing, Maxdecal, serta perusahaan IP TaleX untuk menghadirkan KI lokal Starla X Roar pada livery mobil balap. KI tersebut digunakan oleh Erika Richardo dan Jheremy Owen yang berkompetisi dalam sesi Radical Time Attack, yaitu balapan yang berfokus pada pencapaian waktu putaran tercepat.
Menurut dia, partisipasi tersebut menjadi simbol transformasi dalam ekosistem ekonomi kreatif. Dari kreator yang sebelumnya melukis mobil balap pada ajang serupa, kini keduanya tampil sebagai pembalap di lintasan internasional.
Perubahan ini menunjukkan bahwa kreativitas dapat membuka jalur karier baru hingga ke sektor profesional yang berbeda.
“Indonesia menunjukkan bahwa kita adalah negara yang inklusif, dengan ruang yang terbuka bagi semua,” kata Wamen Ekraf.
Kementerian Ekraf menilai ajang ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tapi, juga memperlihatkan integrasi antara ekonomi kreatif, olahraga, dan pariwisata dalam satu ekosistem. Pengembangan kawasan Mandalika oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) turut memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah kegiatan internasional.
Selain menghadirkan kolaborasi KI, penyelenggaraan tahun ini juga menampilkan Krida Agya One Make Race (OMR) Kartini Race sebagai ruang partisipasi bagi pembalap perempuan. Program ini memperkuat pesan kesetaraan sekaligus mendorong regenerasi talenta perempuan dalam ekosistem motorsport nasional.
Kolaborasi antara KI lokal, talenta kreatif, dan platform global ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membuka peluang baru bagi industri kreatif nasional. Kementerian Ekraf meyakini, dengan kolaborasi lintas sektor yang konsisten dan keberanian talenta untuk melampaui batas, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi, tampil sebagai pemain utama yang membentuk arah baru industri kreatif global.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kementerian Ekraf jalin kolaborasi tentang pemanfaatan KI lokal
Pewarta: Adimas Raditya Fahky PEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026