Moskow (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Uganda menetapkan larangan menjabat tangan dan praktik menyapa lain yang berpotensi menyebabkan penularan penyakit menyusul terkonfirmasinya dua kasus Ebola.

Menurut laporan Nile Post pada Selasa, Kemkes Uganda terus memonitor dinamika penyakit di negara tersebut serta mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah penularannya.

Saat ini, dua kasus Ebola telah terdeteksi di Uganda, dengan salah satu kasusnya berakhir fatal. Dua individu tersebut diketahui merupakan warga negara Republik Demokratik Kongo (DRC).

Pada Ahad (17/5), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC).

Menurut data terbaru dari otoritas DRC, 131 kematian akibat virus tersebut tercatat terjadi di negara tersebut. Sementara, wabah Ebola yang terjadi di DRC sebelumnya berakhir pada Oktober 2025.

Sumber: Sputnik



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Khawatir wabah Ebola, Uganda larang masyarakat saling jabat tangan

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026