Gorontalo (ANTARA) - Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka Mayor Jenderal TNI Mirza Agus mengatakan pembangunan jembatan Garuda di Desa Ulapato B, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo dilakukan untuk mendukung aksesibilitas masyarakat sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di daerah terpencil.
Mirza di Gorontalo, Rabu mengatakan jembatan tersebut merupakan unit ke-15 yang berhasil diselesaikan dari target 30 jembatan pada periode Mei hingga Juni 2026.
"Ini salah satu dari 30 unit jembatan yang akan kita selesaikan di bulan Mei sampai Juni ini. Kemarin itu laporan yang saya terima 14 titik sudah selesai, berarti ini yang ke-15," katanya.
Ia mengatakan pembangunan jembatan Garuda merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk membantu akses masyarakat di wilayah terpencil, terisolasi dan daerah terdepan di Indonesia.
Menurutnya program tersebut lahir dari berbagai persoalan akses yang dihadapi masyarakat, terutama saat terjadi bencana maupun aktivitas sehari-hari seperti anak-anak yang harus menyeberangi sungai demi menuju sekolah.
Mirza mengatakan pembangunan jembatan dilakukan di bawah komando Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dengan target 7.000 titik jembatan di seluruh Indonesia hingga Desember 2026.
"Secara nasional dari target 7.000 titik, kurang lebih sekitar 3.000-an jembatan sudah berhasil diselesaikan hingga saat ini," katanya.
Ia mengatakan TNI Angkatan Darat saat ini memfokuskan penyelesaian pembangunan jembatan Garuda di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara.
"Sampai bulan Juni, kita selesaikan untuk Gorontalo dan Sulawesi Utara sebanyak 36 unit. Nanti setelah itu, sambil berjalan kita lakukan survei lagi mana wilayah yang perlu ditambah untuk diajukan anggarannya," kata dia.
Pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026