"Pihak BPH Migas memastikan pada 2018 ada 800 unit mesin katinting yang akan dikonversi dari bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) khusus di daerah ini," kata Kasubbag Perekonomian Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo Utara Dumran Ahmad di Gorontalo, Selasa.
Namun kata ia, pemerintah daerah akan berupaya meningkatkannya menjadi 1.000 unit agar bantuan yang disalurkan lebih banyak.
Menurut ia, jumlah nelayan tradisional yang menggunakan mesin katinting BBM mencapai 3.000 orang.
Pemerintah daerah berupaya seluruh nelayan pemilik perahu mesin katinting BBM, bisa menerima bantuan konversi tersebut.
Pihaknya pun kata Dumran, terus bekerja sama dengan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, agar akurasi data jumlah nelayan yang memanfaatkan perahu mesin katinting BBM dibawah 9 Gross Ton (GT), seluruhnya segera mengantongi kartu nelayan.
"Mengingat kepemilikan kartu nelayan, akan memudahkan penyaluran bantuan konversi mesin katinting khususnya di 78 desa pesisir tersebar di 11 kecamatan," ujarnya.
Umar (52) nelayan di Desa Dambalo Kecamatan Tomilito, berharap program konversi mesin katinting BBG tersebut secepatnya terealisasi agar nelayan bisa memanfaatkannya.
"Nelayan berharap, bantuan ini segera terealisasi agar nelayan secepatnya menikmatinya dengan harapan akan menunjang peningkatan produksi perikanan tangkap dan berdampak pada meningkatnya pendapatan," ujar Umar.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.