Selecao menyimpan senjata pamungkas dalam diri Neymar yang siap meneror pertahanan lawan dengan mencetak gol demi gol. Ia mulai dipercaya memakai kostum ikonik nomor 10.
Scolari mengandalkan kreativitas serangan yang dibangun duet Neymar dan Oscar, mengeksplorasi kekompakan lini pertahanan yang digalang oleh duet Chelsea dalam diri David Luiz dan Thiago Silva.
Neymar disebut-sebut punya akselerasi, kecepatan, kepiawaian melakukan dribel, dan mampu mengeksekusi setiap peluang agar berbuah gol.
Hanya saja, legenda sepak bola Brasil, Pele mewanti-wanti agar Neymar mampu menghilangkan kebiasaannya melakukan "diving" dan mampu melakukan adaptasi secara fisik secara memadai.
Scolari disebut-sebut tertular virus tiki-taka yang diusung oleh Pep Guardiola. Big Phil di mata sejumlah pengamat bola mengadaptasi gaya sepak bola menyerang.
Ia seakan menambah mosaik sepak bola Brasil, yang tadinya mengandalkan sepak bola indah, kini diperkaya dengan gaya sepak bola menyerang dan menyerang, sebagaimana dikutip dari laman Guardian.
Scolari punya persentase kemenangan yang moncer bersama Brasil. Pada periode pertamanya, ia menghadirkan 75 persen kemenangan, dengan rasionya mencapai 70 persen. Pada November 2012, ia hanya menelan dua kekalahan dalam 20 laga.
Pada 2001 dan 2002, Scolari mengakomodasi sejumlah talenta mudam sebut saja Rivaldo, Ronaldinho dan Ronaldo. Kini ia mengarahkan pandangan kepada Neymar.
Di atas kertas, Brasil memainkan formasi 4-2-3-1. Skema ini tentunya membutuhkan kesungguhan dan komitmen, ketika mereka kehilangan penguasaan bola. Meski Selecao mengandalkan dua bek tengah berpengalaman, yakni Thiago Silva dan David LUiz, sementara mantan pemain Bayern, yaitu Luiz Gustavo beroperasi sebagai sweeper.
Oscar dan Neymar tampil sebagai arsitek-arsitek yahud dalam melakukan serangan, sementara Hulk bakal berperan sebagai pemain yang mengawal alur serangan.
Mantan striker Lyon, Fred menjadi sosok kepercayaan Scolari. Striker Fluminense itu menyumbang lima gol dalam ajang Piala Konfederasi, sedangkan Neymar menempati posisi sebagai pelakon utama dalam mencetak gol.
Brasil telah menyarangkan 54 gol sejak dibesut oleh Scolari, dengan rata-rata 2,7 gol dalam setiap pertandingan, sementara jumlah kemasukan mencapai 15 gol (0,75 setiap laga).
Editor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.