"Dengan jangkauan lebih dari 1.300 km, peluru jelajah ini memerlukan persiapan singkat dan dapat terbang pada ketinggian rendah," kata Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dalam pidato yang ditayangkan televisi pemerintah selama upacara peresmian tersebut.
Hatami mengatakan peluru kendali permukaan-ke-permukaan yang baru ini dinamakan Hoveizeh berasal dari rumpun rudal (Soumar) yang diresmikan pada 2015.
Pakar-pakar Barat mengatakan bahwa Iran kerap melebih-lebihkan kemampuan persenjataannya, meskipun terdapat kecemasan atas roket balistik jarak jauhnya.
Iran mengatakan pada Januari menawar peluncuran satu satelit yang gagal karena Teheran mengesampingkan peringatan Amerika Serikat untuk menghindari kegiatan semacam itu.
Washington memperingatkan Teheran bulan ini, menentang rencana peresmian tiga roketnya karena melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, karena mereka memakai teknologi peluru balistik.
AS mengkhawatirkan bahwa teknologi roket balistik jarak jauh biasa menempatkan satelit di ruang orbit yang juga bisa digunakan untuk meluncurkan hulu ledak.
Pewarta: AntaraEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026