Bone Bolango, Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango, Kamarudin Tohopi, mengaku prihatin dengan pendapatan nelayan-nelayan yang menurun jauh, akibat cuaca ekstrim melanda daerah itu.

"Cuaca yang tidak menentu, akibat curah hujan tinggi disertai angin kencang dan gelombang tinggi, sejumlah nelayan memilih untuk tidak melaut," kata Tohopi, Senin.

Akibat kendala cuaca ekstrim itu, pendapatan para nelayan terganggu dan cukup sulit untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sebagian besar nelayan berada di wilayah Bone Pesisir yang merupakan daerah pemilihan Kamarudin. Sehingga sangat memahami kondisi ekonominya.

Hanya saja, dengan cuaca ekstrim yang terjadi beberapa pekan ini, anggota DPRD tersebut mendukung nelayan untuk tidak melaut karena keselamatan jiwanya.

"Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun sudah memperingatkan bahwa gelombang laut saat ini bisa mencapai 3 meter, sehingga sangat tidak layak untuk melaut," ujar Kamarudin.

Selain itu, khusus untuk cuaca ekstrim sendiri telah mengkibatkan angin puting beliung yang melanda wilayah Bone Pesisir pada senin (7/1) malam, dan membuat dua rumah warga tertimpa pohon meski tidak terdapat korban jiwa.

Oleh karena itu, dia meminta Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar bisa antisipasi bencana di wilayah Bone Pesisir.

Sebelumnya, Rais, salah satu nelayan di daerah itu, mengaku sudah seminggu lebih tidak melaut akibat cuaca ekstrim yang dihadapinya.

"Untuk sementara ini, saya beralih tugas sebagai buruh bangunan dulu guna menopang ekonomi keluarga kami. Kalau cuaca sudah reda baru saya kembali melaut," katanya. ( Wahiyudin Mamonto )



Editor : Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2026