Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menyebutkan penyempurnaan data penerima bantuan yang terus dilakukan menyebabkan keterlambatan penyaluran bantuan sosial pangan bagi masyarakat terdampak pandemi COVID-19 di daerah itu.

"Kita sangat berhati-hati, agar tidak ada data ganda, yang mengakibatkan satu kepala keluarga (KK) menerima lebih dari satu jenis bantuan," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Gorontalo Utara, Ridwan Yasin saat menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Desa Masuru, Kecamatan Kwandang.di Gorontalo, Kamis.

Di setiap momen penyaluran bantuan, Sekda mengaku terus menyosialisasikan kepada masyarakat terkait penyaluran bantuan yang terus dilakukan pemerintah kepada seluruh warga sasaran.

Ia memastikan setiap KK hanya menerima satu jenis bantuan, sehingga data penerima bantuan terus diverifikasi.

Khusus di kabupaten tersebut, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menunjukkan jumlah penerima bantuan mencapai 19.793 KK.

Sebanyak 8.976 KK ditanggung Kementerian Sosial (Kemensos) dan data tersebut terus diverifikasi, kini mencapai 8.300 KK penerima yang menerima bantuan setiap bulan, berupa beras, telur, ikan, minyak goreng, gula pasir.

Setiap penerima bantuan pangan nontunai (BPNT) dari Kemensos tersebut, memiliki kartu ATM.

"Sesungguhnya bantuan itu telah disalurkan sebelum pandemi COVID-19," ucapnya.

Sementara penyaluran BPNT daerah, bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) kabupaten dan provinsi, hingga saat ini sesuai data Dinas Sosial, baru mencapai 400 KK dari total penerima mencapai 4.602 KK, serta dari pemerintah provinsi mencapai 500 KK, dari 6.902 KK.

Anggarannya tersedia, namun penyempurnaan data menyebabkan keterlambatan mengingat data penerima bantuan terus diverifikasi, dikirim ke Kemensos untuk divalidasi.

"Kondisi ini sangat krusial dihadapi dan terjadi di seluruh daerah di Indonesia, namun pemerintah kabupaten khususnya Dinas Sosial, terus berupaya melakukan perbaikan ataupun penyempurnaan data untuk percepatan penyaluran bantuan-bantuan bagi warga terdampak COVID-19," ungkapnya.
Sekda Gorontalo Utara, Ridwan Yasin, dalam penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa di Desa Masuru, Kecamatan Kwandang. (ANTARA/HO)

Pewarta: Susanti Sako

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2020