Gorontalo, (ANTARAGORONTALO) - Untuk mencegah penyebaran bakteri antraks yang menyerang ternak sapi di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo memvaksinasi 8.000 ekor sapi.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Gorontalo, Haris Tome di Gorontalo, mengatakan untuk melihat hasil dari vaksinasi membutuhkan waktu dari 14 hari hingga 21 hari.

"Jika dalam rentang waktu tersebut masih ada sapi yang mati, maka dalam tubuh sapi itu sudah ada bakteri antraks," kata Haris.

Menurut diaa, dalam pekan ini belum ada laporan dari masyarakat, maupun temuan tim DKPP terkait kematian sapi yang terkena antraks.

"Kami berharap jelang bulan puasa, sudah tidak ada lagi sapi maupun kerbau yang terkena bakteri antraks," harapnya.

Untuk jumlah sapi yang terindikasi dan positif antraks, menurut hasil laboratorium, berjumlah 12 ekor dan telah dilakukan pemusnahan dengan cara dibakar.

"Untuk wilayah penyebaran antraks, yaitu di Desa Ulapato A, lalu ke Pentadio Barat, Dutulanaa, Bolihuangga, Bongomeme dan Tibawa," kata Haris.

DKPP pertama menemukan ternak sapi warga yang terkena bakteri antraks pada 28 Maret 2016. 

Pewarta: Adiwinata Solihin

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2016