Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo memperkuat pembinaan program pencegahan stunting melalui pertemuan lintas program atau lintas sektor.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr Anang S. Otoluwa di Gorontalo, Kamis mengatakan penguatan tersebut dalam rangka pembinaan Keluarga Risiko Stunting Pasangan Usia Subur (KRS PUS) 4T, seperti yang dilakukan di Kabupaten Bone Bolango.

Menurutnya pertemuan yang berlangsung di balai KB Kecamatan Kabila tersebut, menjadi bagian dari upaya strategis lintas sektor untuk menurunkan angka stunting di Provinsi Gorontalo.

Anang menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, baik lintas program, lintas sektor, maupun masyarakat dalam menangani stunting.

Salah satu fokus utama adalah pada kelompok Pasangan Usia Subur (PUS) dengan risiko tinggi melahirkan anak stunting, yang dikenal dengan istilah 'Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat Jarak Kelahiran dan Terlalu Banyak Anak' (4T).

"Intervensi terhadap KRS PUS 4T merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam memutus mata rantai stunting. Diperlukan pendampingan, edukasi, serta layanan kesehatan yang komprehensif untuk kelompok ini agar kita bisa mencegah stunting sedini mungkin," kata Anang.

Pertemuan ini diikuti 25 orang peserta yang berasal dari berbagai unsur lembaga pemerintah dan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Sosial P3AP2KB Bone Bolango, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) dari lima desa terpilih yang terdiri atas bidan desa, kader KB dan kader PKK.

Turut hadir pula perwakilan dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kabila, bidan koordinator puskesmas yang juga merupakan penanggungjawab program KB dan kesehatan reproduksi bagi calon pengantin, serta penyuluh lapangan KB Kecamatan Kabila.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari unsur keagamaan, yang diwakili oleh organisasi Islam Wahdah Islamiyah.

Keterlibatan beragam pihak ini kata Anang, mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat upaya edukasi, pendampingan dan pelayanan kepada keluarga risiko stunting di tingkat akar rumput.

Anang mengapresiasi keterlibatan aktif para peserta dalam mendukung program percepatan penurunan stunting melalui edukasi, pembinaan keluarga dan pelayanan kesehatan reproduksi.

Ia menekankan upaya bersama ini merupakan kunci dalam mewujudkan generasi sehat, bebas stunting dan unggul di masa depan. Hal ini sejalan dengan program prioritas Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam menurunkan dan mencegah stunting.

Melalui pertemuan ini diharapkan terbentuk sinergi dan komitmen kuat antar sektor dalam mendampingi keluarga berisiko dan mengoptimalkan peran strategis desa dalam pencegahan stunting khususnya di Bone Bolango.

Pewarta: Susanti Sako

Editor : Debby H. Mano


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2025