Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menyalurkan bantuan internasional bagi keluarga berisiko stunting di daerah itu, dalam upaya mencegah dan mempercepat penurunan kasus.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan internasional dalam upaya mencegah dan percepatan penurunan stunting di Gorontalo," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr Anang S Otoluwa pada penyerahan bantuan oleh Branch Singapore Aid kepada 150 keluarga berisiko stunting di daerah itu di Kota Gorontalo, Sabtu.

Kegiatan ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tingkat Provinsi Gorontalo, diselenggarakan oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Gorontalo.

Ia menyampaikan pesan Wakil Gubernur yaitu mengapresiasi Tim Branch Operation Singapore Aid yang telah hadir di Gorontalo.

Kehadiran tim ini dinilai sebagai bentuk nyata solidaritas dan dukungan global dalam mendukung upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo menurunkan angka stunting.

Data stunting Provinsi Gorontalo menunjukkan adanya penurunan prevalensi stunting 3,1 persen, dari 26,9 persen pada 2023, di mana berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menjadi 23,8 persen pada 2024 (Survei Status Gizi Indonesia).

"Meski angka ini sama dengan capaian Tahun 2022, hal ini tetap menjadi indikator penting bahwa upaya yang dilakukan menunjukkan hasil yang positif," kata Anang.

Komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie terhadap percepatan penurunan stunting terus diperkuat sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.

Berbagai program lintas sektor terus dioptimalkan, mulai dari intervensi gizi melalui pemberian makanan tambahan (PMT), distribusi tablet tambah darah, hingga pelibatan berbagai pihak dalam program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).

Apresiasi khusus juga diberikan kepada Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo.

"Transformasi BKKBN menjadi kementerian telah melahirkan program percepatan penurunan stunting yang strategis, termasuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang menyasar keluarga berisiko stunting (KRS) untuk mencegah lahirnya generasi stunting sejak dini," kata dia.

Pada kesempatan tersebut, juga diserahkan bantuan nutrisi dari Branch Operation Singapore Aid bagi 150 keluarga berisiko stunting di Kota Gorontalo.

Acara ini mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah, mitra internasional dan masyarakat dalam menciptakan keluarga yang sehat dan berkualitas, sesuai dengan semangat peringatan Harganas.

Pewarta: Susanti Sako

Editor : Debby H. Mano


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2025