Menurut Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Minggu, wilayah tersebut sudah memiliki akses jalan, namun kondisinya rusak dan sebagian lagi masih berupa jalan rintisan.
Jalan yang menghubungkan Kecamatan Biluhu dan Bilato adalah yang terparah, serta akses jalannya menanjak dan berliku dan hanya beralaskan batu gunung.
"Tahun 2005 ketika saya masih kontraktor, saya aspal dari Desa Kayubulan (Batudaa Pantai) hingga ke Biluhu Timur (Kecamatan Biluhu). Setelah saya, tidak ada lagi kontraktor yang kerja," ungkapnya.
Ia menjelaskan, Pemprov Gorontalo pernah menyiapkan anggaran Rp20 miliar untuk menbangun jalan di wilayah itu, namun hingga
akhir tahun dana tersebut tidak terpakai.
Ia mengaku tidak ada kontraktor yang menyatakan kesanggupan mengerjakan jalan tersebut.
"Sekarang status jalan di sini sudah menjadi jalan nasional. Tahun ini kami mendapat alokasi anggaran Rp60 miliar untuk membuka isolasi antar kecamatan" imbuhnya.
Gubernur Rusli menilai tiga kecamatan di pesisir pantai selatan itu memiliki potensi yang besar di bidang perikanan, pariwisata laut dan perkebunan, dan akses jalan menjadi kendala terbesar dalam pengembangannya.
Terlebih lagi tiga kecamatan itu menjadi alternatif jalur darat yang bisa menghubungkan Kota Gorontalo hingga ke Sulawesi Tengah.
"Jadi saya minta dukungan dari masyarakat termasuk camat dan aparat desa, serta warga mengikhlaskan lahannya ketika nanti ada lahan warga yang terkena pelebaran jalan. Saya jamin proses pembebasannya ganti untung bukan ganti rugi," tandasnya.
Pewarta: Debby Hariyanti ManoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.