Gorontalo, (ANTARAGORONTALO) - Bank Sampah Mutiara (BSM) di Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur mampu menyerap sampah sebanyak tiga ton dalam setiap hari di Kota Gorontalo.

Pemilik BSM Purwanto, mengatakan sampah-sampah tersebut dikumpulkan dari 400 pos sampah yang tersebar di seluruh kecamatan di daerah tersebut.

"Di setiap kecamatan ada beberapa pos sampah, warga menjual sampahnya ke pos, lalu dari pos tersebut kami beli. Warga juga bisa langsung menjual sampahnya ke tempat saya," jelasnya di Gorontalo, Jumat.

Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan dikemas oleh lima pekerja BSM, dan dijual ke perusahaan swasta yang akan mengirimkannya ke Surabaya dan Malang untuk didaur ulang.

Jenis sampah yang masuk ke bank milik Purwanto adalah kertas, botol plastik, botol kaca, kardus, besi, tembaga dan aluminium dengan harga bervariasi.

Untuk setiap kilogram sampah kardus dibeli dengan harga Rp900, kertas Rp600 hingga Rp1.000, plastik campur Rp1.500, gelas plastik Rp2.000 hingga Rp3.000, serta botol kaca Rp400 hingga Rp500 per buah.

"Harga sampah kertas dan plastik berbeda-beda. Kalau kertasnya sudah dipilah harganya lebih mahal, demikian pula jika gelas plastiknya sudah disusun tentu harga akan lebih tinggi dibanding yang ditumpuk begitu saja," ungkapnya.

Untuk sampah jenis besi ia membeli dengan harga Rp14.000 per kilogram, aluminium Rp7.000 per kilogram, kuningan Rp15.000 per kilogam dan aki bekas Rp10.000 per unit.

Menurutnya, harga tersebut hanya berlaku untuk pos sampah yang telah bekerja sama dengannya.

"Kalau warga yang datang menjual langsung ke BSM, akan saya hargai lebih mahal lagi karena saya mempertimbangkan ongkos transportasi mereka," imbuhnya.

BSM telah mulai berdiri awal tahun 2015 dan merupakan inisiasi dari Pemerintah Kota Gorontalo.

Namun sampai saat ini pria tersebut mengelola secara mandiri bank sampah miliknya.

"Saya sarankan warga Kota Gorontalo jangan lagi membuang dan membakar sampahnya. Semua sampah bermanfaat dan bisa menghasilkan uang," tambahnya. 

Pewarta: Debby Hariyanti Mano
Editor : Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2026