Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membangun daerah berbasis agama dan adat.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI MUI Provinsi Gorontalo, di Kota Gorontalo, Sabtu.

"Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah sangat memerlukan peran para ulama dalam meningkatkan kemaslahatan umat di tengah pembangunan yang terus berjalan," kata Gusnar.

Menurutnya pembangunan daerah harus berpijak pada dua fondasi penting, yakni nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.

Di mana Gorontalo sendiri memiliki falsafah adat yang bersendikan Syara', dan Syara' yang bersendikan Kitabullah. Artinya adat tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama, dan agama berpedoman pada kitab suci (Allah).

Ia juga menegaskan bahwa ulama tidak perlu dibatasi perannya. Sebab ulama adalah bagian dari masyarakat yang selalu hadir memberi arahan, kesejukan dan solusi di tengah dinamika sosial.

"Ulama itu tempat bertanya, tempat mendapat pencerahan, penyejuk dan pemersatu. Semua hal positif itu diperankan oleh para ulama," katanya.

Gusnar mengatakan sangat membuka diri untuk berdialog secara langsung dengan para tokoh agama.

Ia berharap MUI, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, terus bersinergi mendukung pembangunan Gorontalo yang religius dan bermartabat.

"Silakan kirim teks (WA) ke saya, mau ketemu langsung juga bisa. Kita berdiskusi, berdialog. Dari situ insya Allah lahir berkah dan rahmat," imbuhnya.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI MUI Provinsi Gorontalo, di Kota Gorontalo, Sabtu (3/5/2025). ANTARA/HO-Diskominfotik Provinsi Gorontalo


Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026