Gorontalo (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya di kalangan pelajar, dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan medis. Upaya ini diwujudkan melalui Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan tema “BHD Goes to School” yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Gorontalo pada Jumat, (13/06/2025).
Kegiatan ini, seperti dijelaskan oleh Administrator Kesehatan Ahli Muda, Suryawijaya Sukma yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 6 Tahun 2024 tentang Standar Teknis Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Kesehatan. Program ini juga sejalan dengan komitmen kuat Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam program kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan kegawatdaruratan kepada masyarakat demi mewujudkan kesiapsiagaan yang lebih baik.
“Workshop ini menyasar siswa-siswi di wilayah lokus penanggulangan krisis yang tersebar di enam Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo,” kata Suryawijaya.
Para peserta workshop mendapatkan pemahaman teoritis mendalam mengenai kegawatdaruratan medis dan teknik evakuasi pasien. Setelah sesi teori, mereka langsung mempraktikkan keterampilan BHD agar lebih mahir dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kegawatdaruratan.
Suryawijaya berharap para pelajar yang mengikuti workshop ini dapat menjadi agen siaga tanggap darurat di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Menurutnya, workshop ini merupakan bagian dari komitmen bersama lintas sektor dalam membangun masyarakat yang tangguh dan responsif terhadap kondisi kedaruratan medis.
“Selain di SMA Negeri 2 ini, kami juga akan melakukan kegiatan yang sama di tiga belas sekolah lokus dengan menghadirkan narasumber dari Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Provinsi Gorontalo yang telah berpengalaman dalam penanganan medis darurat,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Gorontalo, Andi Lahabi, menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena dibutuhkan oleh siswa-siswi dalam hal penanganan korban gawat darurat. SMA Negeri 2 Kota Gorontalo mendukung pelaksanaan kegiatan lintas sektor termasuk edukasi BHD kepada siswa-siswi,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat sangat antusias. Mereka aktif mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari pemaparan materi hingga simulasi tindakan BHD yang dilakukan secara berkelompok.
Dengan semangat kolaborasi dan edukasi, kegiatan “BHD Goes to School” diharapkan menjadi langkah strategis awal dalam memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan sejak usia dini di Provinsi Gorontalo.
Hal ini selaras dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Gorontalo yang dipimpin oleh Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie .
