Gorontalo (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, meminta pemerintah daerah (pemda) setempat untuk mengejar pendapatan di Bank Sulut Gorontalo (BSG).

"Daerah kita ada di urutan ke 12 selaku pemegang saham di BSG, dengan nilai saham mencapai Rp23 miliar. Maka dengan meletakkan saham di bank tersebut, otomatis kita harus mengejar pendapatan per tahun. DPRD akan mengawasi pendapatan asli daerah (PAD) dari kepemilikan saham tersebut," kata Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara Ridwan Riko Arbie di Gorontalo, Senin.

Mereka, menurut Ridwan, melalui Badan Anggaran DPRD telah melakukan kunjungan kerja ke kantor BSG pusat di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Kegiatan tersebut dalam rangka pengawasan pembagian deviden atau sisa hasil keuntungan yang harus dibayarkan ke para pemilik saham.

Menurut informasi dari BSG, total saham daerah ini hingga Tahun 2025, mencapai Rp23 miliar dengan pembagian deviden sesuai perhitungan sekitar Rp3,6 miliar yang harus dibayarkan setiap tahun usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Begitupun terkait tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) dari BSG.

"Pemda harus dapat memanfaatkan dengan baik untuk kepentingan langsung masyarakat. DPRD mendorong hal itu. Tentu bisa dimanfaatkan untuk pemanfaatan layanan publik di sektor kesehatan, pendidikan maupun layanan lainnya," kata Ridwan.

Menurut dia, kepemilikan saham milik daerah di BSG, bertujuan untuk kepentingan pembangunan daerah dan masyarakat melalui pendapatan yang dihasilkan.

Maka kerja sama melalui kepemilikan saham di bank tersebut harus benar-benar terealisasi, kata Ridwan. Peruntukannya harus dikembalikan untuk masyarakat melalui PAD.

"PAD kita masih kecil. Kepemilikan saham di BSG harus dapat mendongkrak PAD agar manfaat kepemilikan saham betul-betul dirasakan daerah dan masyarakat," ujar dia.



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026