Gorontalo (ANTARA) - Organisasi Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Gorontalo menggelar literasi inklusi berupa pelatihan bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas tunarungu (Teman Tuli) di Provinsi Gorontalo.

Ketua Panitia Pelaksana Ferlan S. Ibrahim di Gorontalo, Minggu, mengatakan kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional Tahun 2025, yang menghadirkan para Teman Tuli dan Teman Dengar di daerah tersebut.

"Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar dan memahami bahasa isyarat," kata Ferlan.

Kegiatan tersebut menghadirkan para narasumber berkompeten yakni Muh Al Urwatul Wutsqa Yasrullah yang memaparkan terkait dengan inklusi dan literasi bahasa isyarat. Kemudian Abd Kadir Umar yang menjelaskan tentang bagaimana menyelami indahnya budaya tuli.

"Ini juga merupakan edukasi kepada masyarakat umum bahwa literasi tidak hanya sebatas pada lisan, tetapi juga terdapat pada gerakan tangan yang memiliki makna bahasa isyarat," ujarnya.

Gerkatin Gorontalo menjadi satu-satunya yang lolos dalam seleksi komunitas literasi di Provinsi Gorontalo, hingga telah mendapatkan pendanaan dari Badan Bahasa.

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Gerkatin Gorontalo menjadi organisasi nirlaba yang bergerak untuk memperjuangkan hak-hak, meningkatkan kesetaraan dan kesejahteraan penyandang disabilitas tunarungu di Indonesia, khususnya di Gorontalo.

"Kegiatan ini berlangsung sejak pagi sampai sore hari dan para peserta mengikutinya dengan antusias. Kami berharap kehadiran program ini menjadi inklusif di masa depan," katanya.



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026