Kabupaten Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyerahkan bantuan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) yang disalurkan oleh Sentra Tumou Tou Manado di UTPD Rehabilitasi Anak Terlantar dan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo, Kamis.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi di Gorontalo, mengatakan bantuan diserahkan kepada 81 penerima manfaat yang terdiri atas penyandang disabilitas, lansia, anak, dan kelompok masyarakat rentan.
"Bantuan Atensi ini sangat berarti bagi masyarakat kita. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan Sentra Tumou Tou agar ke depan lebih banyak warga yang mendapat manfaat. Bantuan seperti ini tidak hanya meringankan, tapi juga memotivasi penerima agar lebih mandiri," ujarnya.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat layanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memastikan bahwa program-program bantuan tepat sasaran.
Bantuan yang diserahkan terdiri atas 28 paket nutrisi dan tongkat netra, 33 sarana kamar, 13 paket sembako, tiga warung sembako, satu tongkat, empat tongkat netra, dan tujuh tongkat berjalan, termasuk kursi roda elektrik senilai Rp19 juta bagi penyandang disabilitas.
Bupati Sofyan mengingatkan agar seluruh bantuan digunakan dengan baik dan tidak diperjualbelikan.
Ia menilai pemberian bantuan ini bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perhatian terhadap kesejahteraan sosial masyarakat.
"Gunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan diperjualbelikan. Pemerintah hadir untuk memastikan semua kelompok masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama untuk hidup layak," ujarnya.
Ketua Kelompok Kerja Rehabilitasi Sentra Tumou Tou Manado Ronald Bau menjelaskan kegiatan itu bagian dari kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas jangkauan layanan sosial.
Penyerahan bantuan Atemsi tersebut mendapat apresiasi dari penerima karena merasa terbantu atas dukungan dan perhatian pemerintah daerah.
Dengan adanya bantuan itu, Pemkab Gorontalo berharap semakin banyak pihak yang berpartisipasi aktif dalam memperkuat sistem perlindungan sosial, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kepedulian terhadap kelompok disabilitas, lansia, dan anak di daerah.
