Kabupaten Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, Provinsi Gorontalo melirik potensi tanaman industri yaitu nilam sebagai penggerak ekonomi baru bagi warga di daerah itu.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi di Gorontalo, Rabu mengatakan hal tersebut dimulai dengan penanaman nilam di kawasan bumi perkemahan (Buper) Bongohulawa guna mendorong transformasi pertanian daerah menuju kemandirian ekonomi.
"Pemerintah Daerah siap menjalin berbagai kerja sama dan mengoptimalkan potensi lahan melalui komoditas yang memiliki permintaan tinggi di pasar internasional," ucap Sofyan.
Sofyan Puhi mengatakan nilam merupakan "primadona baru" yang memiliki prospek menjanjikan. Minyak atsiri yang dihasilkan dari tanaman nilam merupakan bahan baku utama industri parfum dan kosmetik dunia, sehingga pengembangannya di Kabupaten Gorontalo dinilai sangat strategis.
"Nilam memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi jika dikelola secara serius. Hasilnya sangat diminati pasar global. Kami ingin petani di Kabupaten Gorontalo tidak hanya terpaku pada tanaman pangan konvensional, tetapi mulai merambah ke tanaman industri yang memiliki nilai tambah," ujar Sofyan.
Aksi penanaman nilam itu diharapkan menjadi pemantik bagi kelompok tani untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi area produktif. Bupati mendorong para petani untuk mampu melihat peluang hilirisasi, seperti pengolahan minyak nilam, sebagai sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
"Melalui semangat "Gorontalo Menanam," Pemkab Gorontalo menargetkan perluasan area tanam nilam di berbagai wilayah potensial," kata Bupati.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari visi besar pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem pertanian yang modern, berorientasi ekspor, dan mampu memperkuat struktur ekonomi masyarakat pedesaan.
