Dubai (ANTARA) - Uni Emirat Arab (UEA) ikut serta dalam latihan militer gabungan Gulf Shield 2026 yang diikuti negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yang diadakan di Arab Saudi, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan UEA.
"Latihan militer gabungan Gulf Shield 2026 telah selesai di Kerajaan Arab Saudi, diikuti oleh angkatan udara dan pasukan pertahanan udara negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk, serta Komando Militer Terpadu," menurut pernyataan tersebut di X, Jumat (9/1).
Tujuan latihan tersebut adalah untuk mengembangkan "kemampuan militer tingkat lanjut, meningkatkan kesiapan tempur untuk menghadapi ancaman saat ini dan di masa depan, serta memperkuat konsep pertahanan dan pencegahan bersama guna memastikan keamanan dan stabilitas di kawasan," demikian pernyataan itu.
Pada 2 Januari, Kementerian Pertahanan UEA memastikan seluruh personel militer Emirat telah meninggalkan Yaman, menyusul permintaan dari pihak berwenang Yaman dan seruan dari Arab Saudi.
Ketegangan dengan Riyadh meningkat setelah Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA mengambil alih kendali provinsi Hadhramaut dan Al Mahrah di Yaman bagian timur.
Pada 30 Desember 2025, Arab Saudi menyerang sebuah pelabuhan di kota Al Mukalla, Yaman, di mana, menurut Arab Saudi, pasokan militer yang dikirim dari UEA ke pasukan STC dibongkar.
Sumber: Sputnik-OANA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Uni Emirat Arab ikuti latihan militer di Arab Saudi
