Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menyampaikan bahwa para santri pondok pesantren perlu dibekali keterampilan tambahan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk literasi keuangan dan akses terhadap lembaga pembiayaan.
"Program pemerintah memastikan bahwa setiap aspek kegiatan harus ada unsur pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pondok pesantren sebagai satu pilar penting agar pemberdayaan ekonomi dimulai," kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Nunung Nuryartono dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Hal itu dikatakannya dalam kegiatan Empowerment Pesantren: One Day,Real Impact, di Pondok Pesantren Labibah Muawanah, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Menurut dia, upaya ini penting selain penguatan pendidikan agama dan pembentukan karakter santri.
Kemenko Pemberdayaan Masyarakat menghadirkan peluang rekrutmen kerja bagi alumni pesantren melalui kolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Model sinergi ini sebelumnya telah berjalan di sejumlah kawasan industri, di antaranya Kota Semarang, Batang, dan Kendal, yang membuka akses kerja bagi lulusan pesantren.
"Sehingga alumni-alumni pondok pesantren bisa bekerja," kata Nunung Nuryartono.
Selain akses ketenagakerjaan, kegiatan ini juga memperkuat aspek perlindungan sosial melalui kehadiran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini memastikan santri dan alumni yang memasuki dunia kerja mendapatkan jaminan kesehatan dan perlindungan kerja sesuai program negara.
Ia menambahkan transformasi pesantren membutuhkan pendekatan terintegrasi.
"Kolaborasi menjadi kunci, kebersamaan menjadi pilar penting. Oleh karena itu, kami dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat akan terus menggandeng pondok pesantren sebagai pilar strategis di dalam sinergi dan kolaborasi memberdayakan lingkungan pesantren, memberdayakan masyarakat yang ada di lingkungan pesantren dan memastikan saudara-saudara kita untuk bisa bekerja terutama golongan atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem," kata Nunung Nuryartono.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenko PM: Santri harus dibekali skill relevan dengan dunia kerja
