Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya peran ekonomi kreatif dalam upaya pemulihan dan pemberdayaan masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah Sumatra seperti Aceh.
"Masa tanggap darurat itu kita akan tumbuhkan kembali ekonomi kreatif," kata Menko Muhaimin Iskandar usai pertemuan dengan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis.
Menurut dia, setelah masa tanggap darurat, ekonomi kreatif bisa menjadi salah satu instrumen strategis untuk mengangkat kembali kemandirian ekonomi masyarakat korban bencana.
Sementara Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi kunjungan Menko PM Muhaimin Iskandar dan menyampaikan capaian sektor ekonomi kreatif yang telah melampaui target Presiden sebagaimana tertuang dalam RPJMN tahun 2025.
"Ekonomi kreatif Indonesia telah menjadi mesin baru ekonomi nasional," kata Teuku Riefky Harsya.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif saat ini difokuskan pada tujuh subsektor prioritas, yakni fesyen, kuliner, kriya, film termasuk animasi, musik, gim, dan aplikasi, tanpa mengesampingkan subsektor lainnya.
Menurutnya, kekuatan utama ekonomi kreatif Indonesia terletak pada akar budaya yang kuat, yang jika dipadukan dengan inovasi dan teknologi digital, diyakini akan melahirkan produk-produk berdaya saing global.
"Local-local hero itu naik kelas ke tingkat nasional, national champion untuk go global. Jadi kami melihat, kami siap terus berkoordinasi untuk mendorong industri kreatif Indonesia tidak hanya semakin berkualitas, tapi juga go global," kata Teuku Riefky Harsya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lewat ekraf masyarakat terdampak bencana bisa kembali berdaya
