Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menegaskan pentingnya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di Sumatera dengan tetap mengedepankan ketepatan sasaran, akuntabilitas, serta kepastian hukum dan sosial seiring datangnya Idul Fitri.
“Kita memanfaatkan kesempatan ini untuk mereviu secara cepat, permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan kemudian solusinya seperti apa,” ujar Menko PMK Pratikno dalam rapat Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Jakarta, Senin.
Ia menegaskan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak secara terkoordinasi, dengan basis data yang valid dan administrasi yang tertib agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kita semuanya bergerak cepat, tepat sasaran, akuntabel, dan tidak menimbulkan masalah hukum maupun sosial di kemudian hari. Oleh karena itu, masalah pendataan yang valid dan juga konsisten, sekaligus juga ruang administrasi dipenuhi untuk tidak menimbulkan masalah,” katanya.
Menurut Pratikno, percepatan bukan hanya soal waktu, tetapi juga memastikan kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat terdampak dan mampu menjadi solusi terbaik di tengah berbagai dinamika di lapangan.
“Semua bergerak memenuhi aspirasi masyarakat dan mencari titik tengah di tengah masalah yang ada, yang terbaik untuk masyarakat,” katanya.
Dalam rapat tersebut, percepatan pembangunan hunian menjadi salah satu prioritas utama, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri agar masyarakat dapat menempati hunian yang lebih layak dan aman.
“Percepatan hunian dipercepat sebelum lebaran,” kata Pratikno.
Melalui Satgas ini, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait terus memperkuat koordinasi, sinkronisasi data, serta percepatan realisasi program rehabilitasi dan rekonstruksi agar pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di tiga provinsi terdampak dapat berjalan optimal.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah percepat pemulihan pascabencana guna sambut Idul Fitri
Pewarta: Asep FirmansyahEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026