Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo membentuk kelompok penyuluh penanggulangan bencana (PPB) yang tersebar di wilayah rawan bencana.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan di BPBD Bone Bolango, Novita Widya Tangahu menjelaskan, PPB adalah relawan yang berperan memberikan informasi serta partisipasi kepada masyarakat.

"PPB sebagai program pengurangan risiko bencana. Kegiatan pencegahan dan kesiapsiagaan sebelum terjadi bencana dapat mengurangi dampak buruk yang timbul akibat bencana alam," katanya, Selasa.

Para penyuluh itu, lanjut Novita, akan melakukan penanaman pohon di tanggul-tanggul. Dari kegiatan itu diharapkan bisa mengurangi kerusakan tanggul yang timbul akibat galian C.

Bahkan mereka akan melakukan pembersihan sampah di drainase yang bisa menghambat aliran air, sekaligus sosialisasikan agar warganya tidak membuang sampah disembarangan tempat.

"Sampah-sampah itu nanti bisa menyebabkan banjir. Jika masyarakat sadar lebih awal, maka dampak banjir bisa diminimalisir," katanya.

Tambahnya, kegiatan lain yang dilakukan para penyuluh adalah menyebarkan pamflet. Lewat pamflet itu, BPBD memberikan informasi yang harus dilakukan masyarakat saat banjir dan cara mengurangi dampaknya.

Novita mencontohkan seperti mematikan listrik di dalam rumah jika air sudah memasuki lantai. Juga warga diminta tidak menyeberang aliran air yang deras, karena ditakutkan bisa terbawa arus.

"Untuk mengurangi dampak banjir sendiri, kami memberi informasi bahwa masyarakat dilarang membangun rumah di bantaran sungai. Bahkan program penghijauan daerah hulu sungai harus selalu dilakukan," tutupnya.


: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2026