Washington (ANTARA) - Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Tommy Pigott pada Jumat mengatakan bahwa AS telah mengevakuasi lebih dari 50.000 warganya dari Timur Tengah sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran.
“Satuan tugas Departemen Luar Negeri telah memberikan panduan keamanan dan bantuan perjalanan kepada 50.000 warga AS serta mengoperasikan lebih dari 60 penerbangan carter. Sejak 28 Februari, lebih dari 70.000 warga Amerika telah kembali dengan selamat dari Timur Tengah,” tulis Pigott melalui platform X.
Evakuasi tersebut dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran pada 28 Februari.
Serangan itu menyebabkan kerusakan dan korban sipil serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Selain itu, sebuah sekolah khusus perempuan juga terkena bom yang mengakibatkan hampir 200 siswi tewas.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel, dan target-target militer AS di Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya mengeklaim serangan pendahuluan tersebut diperlukan untuk melawan ancaman yang dirasakan dari program nuklir Iran, tetapi segera memperjelas bahwa mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS evakuasi lebih dari 50.000 warganya dari Timteng sejak 28 Februari
Pewarta: Yoanita Hastryka DjohanEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026